Lokakarya Orientasi Program Guru Penggerak Angkatan Ke-10 di SMKN Rangkasbitung Kab. Lebak

Lokakarya Orientasi pgp bgp banten

Lokakarya Guru Penggerak adalah salah satu kegiatan dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) yang bertujuan untuk menciptakan guru-guru yang mampu menjadi pemimpin pembelajaran dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik di sekolah dan komunitasnya.

BGP Banten menggelar kegiatan Lokakarya Orientasi Progam Pendidikan Guru Penggerak Angkatan ke-10 pada tanggal 23 Maret 2024 di SMKN 1 Rangkasbitung Kab. Lebak. Lokakarya ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon guru penggerak (CGP) tentang program pendidikan ini dan membimbing mereka untuk mengidentifikasi posisi diri pada kompetensi guru penggerak.

Kasubbag umum BGP Banten, Apriana Anggraini, S.Pd. mengawali sambutannya dengan memberikan selamat kepada CGP yang sudah lulus seleksi tahap I (CV, Esai) dan tahap II (Simulasi Mengajar dan Wawancara) dan sekarang harus mengikuti pendidikan calon guru penggerak selama enam (6) bulan.

“Pada tahun 2024 BGP Banten menerima CGP sebanyak 110 orang dari 8 Kabupaten/ Kota dan melatih 787 guru penggerak. Pada kegiatan ini, kita mengundang 197 CGP, 40 pengajar praktik (PP), 5 pengawas sekolah, dan 150 kepala sekolah. Kab.Lebak sendiri sudah meluluskan 4 angkatan guru penggerak, diantaranya: angkatan ke- 2, 6, 7, dan 8. Kami berharap (BGP Banten), Bapak dan Ibu mempunyai niat yang tulus dan lurus demi keberhasilan para puta putri kita di sekolah”, ungkapnya

Skenario pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan kesepakatan kelas, games perkenalan diri, perjalanan CGP, posisi diri, harapan dan kekhawatiran, pengenalan portofolio digital dan refleksi. Kegiatan diselenggarakan selama 1 (satu) hari secara luring yang terbagi dalam 14 kelas ruang pembelajaran.

Kabid PKBS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lebak Dr. Hidayatullah sangat mengapresiasi guru penggerak yang berada di Kab.Lebak dari mulai angkatan ke- 2 ,6, 7, 8 dan 10.

“Guru penggerak adalah superiornya pendidikan, karena menjadi pintu masuk untuk semua komponen yang di kemudian hari akan menjadi pemimpin pembelajaan. Kab. Lebak berkomitmen terhadap guru penggerak yang sudah lulus ataupun yang belum lulus dengan cara mengangkat mereka yang sudah lulus pendidikan guru penggerak untuk menjadi kepala sekolah; Hingga saat ini sekitar 78% guru penggerak sudah diangkat menjadi kepala sekolah”, ungkapnya.

Selanjutnya, Dr. Hidayatullah membuka kegiatan ini secara resmi dilanjutkan foto bersama seluruh peserta. Setelah itu para peserta menuju ruang kelas masing-masing untuk mengikuti proses pembelajaran.

Penulis  : Amri

Editor  : Dedi Suprianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *